PERSONAL tips

Pengalaman Vaksinasi Covid-19 (Akhirnya!)

Vaksin… jadi ingat dulu waktu SD ada vaksinasi di sekolah. Lalu ada teman ditangkap guru karena mencoba kabur, beberapa juga ada yang menangis. Kalau saya sih dengan percaya diri menyaksikan banget proses menyuntiknya. Guru saya sampai berkomentar, “Yang ini malah dilihat.” Soalnya sebelum saya itu perlu dipeluk erat oleh guru dan matanya ditutup saking takutnya. Auto merasa jadi cool kid kala itu LOL.

Pada 9 Juni 2021 akhirnya saya mendapatkan vaksin Covid-19 yang pertama!!! Yeay. Akhirnyaaa… soalnya saya menanti sejak bulan April. Untuk vaksin kedua saya mendapatkannya pada 28 Juni 2021. Jadi saya menerima dosis kedua dengan interval 19 hari atau 2,5 minggu dari dosis pertama. Vaksin yang saya terima adalah Sinovac (CoronaVac) dan saya menerima vaksin ini di Puskesmas dekat sekolah which is 40 km away from home.

Saya mengikuti program Vaksinasi Tahap 2 karena bagian dari petugas publik. Pada bulan Maret saya mengisi data pada web Bappeda Provinsi Lampung terkait nama, NIK, domisili, dan instansi bekerja (cmiiw karena agak lupa). Lalu sekolah saya mendapat jadwal pada bulan Mei. Pelayanan vaksinasi ini menurut saya fleksibel karena ada susulannya di bulan Juni dan Juli. Hal ini untuk memfasilitasi bagi yang memiliki kondisi tertentu sehingga belum bisa menerima vaksin. Selain itu juga mungkin sudah ada ‘jatah’nya pasti kan… Saya pun termasuk ikut yang susulan karena tidak bisa di bulan Mei (yang jelas bukan karena sakit, kok) jadi baru bisa vaksin pada bulan Juni.

 

PENGALAMANNYA…

First dose… Sebelum menerima dosis pertama, saya sudah mempersiapkan diri dengan tidur cukup, sarapan, dan minum vitamin. Sudah siap banget deh pokoknya. Nah setelah menerima vaksin dosis pertama, tangan saya terasa pegal sekali. Bahkan pegalnya terasa berhari-hari. Menurut saya hal ini terjadi karena: 1) setelah vaksin nyetir 1 jam untuk pulang (40 km away from home), 2) menggendong Liora terlalu semangat dan Liora kan udah lumayan beratnya LOL, 3) beberapa hari setelahnya perlu ke sekolah ada keperluan dan nyetir. Mungkin penyebab utamanya karena 3 hal itu. Soalnya paska vaksin saya benar-benar menjaga kesehatan dengan tidur cukup, makan teratur, dan minum vitamin. Malah, setelah vaksin ini saya merasa tidurnya mudah dan nyenyak hihi.

Second dose… Ada pengumuman dari puskesmas untuk vaksin dosis kedua bagi yang vaksinnya sebelum saya. Vaksinasi tersebut dilakukan di sekolah. Lalu tiba-tiba ada pengumuman lagi bahwa saya sudah bisa menerima vaksin. Informasi tersebut diberikan jam 10 pagi. Saat itu saya sepertinya lagi kerja di depan laptop dan belum sempat sarapan. Akhirnya saya segera ganti baju tanpa make up–hanya bedakan saja dan berangkat. Setelah vaksin, saya menyetir dengan satu tangan. Tangan kirinya saya istirahatkan saja untuk antisipasi agar tidak pegal. Saya tidak merasakan keluhan sama sekali paska vaksin kedua ini. Benar-benar biasa aja. Tapi ada efeknya. Efeknya itu… tidur jadi mudah dan nyenyak. Seneng banget ini mah soalnya badan jadi segar wkwk. Kalau yang momong anak saya, dia malah jadi lahap makannya.

Apapun efeknya, semoga dengan program vaksinasi Covid-19 ini kita segera membentuk herd immunity ya! Setelah vaksin, saya merasa lebih aman karena serumah sudah vaksin kecuali Liora (3 tahun). Paling tidak dengan begini kami bisa melindungi Liora. Meski demikian juga masih harus menjalankan protokol kesehatan!

 

APA YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM DAN SESUDAH VAKSIN?

Untuk persiapan, yang jelas kita harus menjaga kondisi tubuh dengan memaksimalkan sistem imun, dengan tidur cukup, makan teratur, dan mengonsumsi vitamin. Satu lagi… relax. Kalau tegang bisa-bisa tensinya tinggi lho! Setelah vaksin, banyak istirahat jangan melakukan kegiatan berat. Setelah dipastikan baik-baik saja, barulah beraktifitas seperti biasa. Oh iya perlu juga memerhatikan pakaian saat vaksin bagi yang perempuan. Lebih baik memakai lengan pendek agar memudahkan akses suntik. Bagi yang berjilbab, bisa menggunakan kaos dan kardigan.

Tentu kondisi sebelum dan sesudah vaksin akan berbeda ya pada setiap orang. Bahkan saya sendiri pada vaksin kedua lupa untuk sarapan. Tapi Puji Tuhan baik-baik saja karena diimbangi dengan istirahat yang cukup, makan teratur, dan mengonsumsi vitamin setelah vaksin.

Begitulah pengalaman saya vaksin Covid-19 ini. Saya kesal sama yang tidak mau vaksin. Simpelnya, mau percaya atau tidak, atau bahkan berpikir: Halah meski udah vaksin tetep aja bisa kena Covid! vaksin aja kenapa! Sakitnya disuntik gak ada apa-apanya dibanding kesandung kaki meja! 🙁 Ada juga tetangga saya yang bilangnya karena malas antre. Pengen nimpuk orang itu tapi takut LOL. Akhirnya tetangga saya itu vaksin juga wkwkwk. Ada juga kenalan yang bilang malas mengantri dan tidak vaksin, eh akhirnya beliau kena Covid-19 dong bersama 3 atau 4 anaknya 🙁 

Ada kalimat “Budaya mengantre adalah cerminan dari pribadi seseorang.” Kalau malas mengantre, berarti…… (coba isi sendiri).

Segitu ya sharing dari saya mengenai vaksin yang berujung pada mengantre wkwk. Stay healthy ya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.