photosource: pinterest
 
The baby and me should be strong and healthy!

Wajibkah minum susu hamil? Atau, perlukah minum susu? Jawabannya tidak ya Mums. Apalagi jika nutrisi makanan yang dimakan sudah seimbang. Susu sifatnya hanya sebagai makanan tambahan yang mencakup banyak gizi dan hampir sempurna. Tapi jangan mengandalkan susu. Susu juga manusia alias ada aja kekurangannya. Misal, zat besinya tidak banyak. Kalau begitu kan ibu hamil butuh alternatif lainnya untuk memenuhi nutrisinya. Jadi, susu tidak wajib dikonsumsi ya. Nah, kalau saya nih memilih untuk mengonsumsi susu. Alasan paling mendasar adalah… saya suka minum susu. Hahaha as simple as that ya? Enggak juga sih. Sebenarnya, saya ingin memberikan yang terbaik untuk janin supaya kuat dan sehat di perut selalu sampai waktunya lahir. Lagipula susu banyak mengandung banyak kebaikan, mengapa tidak untuk dikonsumsi kan. Dan saya berpikiran bahwa si kecil harus kuat dan sehat di dalam perut, dengan demikian saya pun jauh dari resiko-resiko kehamilan.

Karena susu memiliki banyak kebaikan, maka banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memproduksi susu untuk ibu hamil. Awalnya saya bingung banget mau pilih susu yang seperti apa. Saya baca review susu untuk ibu hamil di internet. Hampir semua jawabannya sama dan kayaknya ada beberapa copy-paste hahaha soalnya sama banget deskripsinya.

Tanpa membandingkan satu produk dengan yang lain, saya langsung pilih Frisomum Gold. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama. Secara subjektif, saya memilihnya karena terlihat eksklusif dan menarik perhatian. Agak aneh ya? Mau gimana lagi, kayak udah ada feeling tersendiri aja sama produk ini. Setelah mencoba beli sekali, seterusnya sampai lahiran saya minum susu ini terus nggak pernah ganti (pernah sih cari selingan yang praktis seperti Prenagen Mommy kemasan kotak 200ml). Mengapa setia? Selain malas gonta-ganti, berikut alasan saya tetap mengonsumsi Frisomum Gold:

  1. Rasa. Tentu rasa menjadi alasan utama saya setia pada susu ini. Dari segi rasa, susu ini cocok banget sama selera saya. Manisnya pas dengan takaran 180ml air dengan 5 sendok takar bawaan dari kemasannya. Enak banget malah menurut saya. Lebih enak dari susu UHT lho. Enak pokoknya! Kalau rasa emang selera sih ya.
  2. Kemasan. Selain warna kemasan yang eye-catching dan desain yang beda dari yang lain alias nggak pake foto ibu hamil hehehe, kemasannya kaleng yang praktis dan bersegel. Langsung dapet sendok takaran dan sendoknya tidak menyatu dengan bubuk susunya karena ada tempat khususnya, jadinya higenis deh. Untuk mencerahkan, berikut video kemasan dari susu produk Friso yang saya dapat dari Youtube Friso Indonesia.
  3. Kandungan nutrisi. Dari baca beberapa referensi, disebutkan bahwa susu ini sangat kaya nutrisi dibanding susu yang lain (susu hamil yang beredar di Indonesia). Karena saya tidak membandingkan produk, jadi saya tidak paham kenyataannya seperti apa. Memang kalau dilihat dari kemasannya pada bagian informasi nilai gizi, terdapat nutrisi lengkap yang dibutuhkan ibu hamil. Susu ini juga mengandung prebiotik atau inulin-FOS yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Sebagian ibu hamil pasti mengalami konstipasi atau sembelit, nah prebiotik ini membantu mengurangi keluhan tersebut. Memang sih selama hamil dan mengonsumsi susu ini, saya tidak mengalami konstipasi. Bahkan tiap hari lancar bisa pup. Padahal kalau tidak hamil, pup malah nggak lancar. Aneh deh kan ckckck. Sebagai bayangan, begini isi kandungan gizinya. 
  4. Penyajian mudah. Saya rasa dalam hal penyajian hampir semua susu sama ya. Hanya saja saya ingin berbagi juga tentang penyajian susu ini. Yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah disajikan 1-2 kali sehari dengan sajian per gelas 5 sendok takar + 180ml air hangat. Dalam menyajikan susu ini dianjurkan disiapkan dengan air di bawah 40 derajat Celcius. Kalau dengan air suhu ruangan atau dingin, kemungkinan bubuk susu tidak tercampur dengan sempurna. Hal itu membuat kandungan nutrisinya tidak dapat terserap secara optimal. Kalau ingin disajikan dingin, bisa saja tetapi prosesnya buat dengan air hangat lalu didinginkan. Kalau saya sih lebih suka hangat karena saya konsumsi di pagi hari yang sejuk dan malam hari yang dingin.

Tentu selama saya mengonsumsi susu ini ya ada rasa ‘kurang nyaman’. Seperti:

  • Hanya tersedia rasa vanila pada produk ini. Sempat bosan karena pengen banget minum susu coklat. Tapi, ya tetap saja saya beli lagi susu ini setelah habis satu kalengnya.
  • Kalau dari teksturnya saat diseduh, susu ini memang tidak langsung larut dalam air dan mengental lengket gitu. Butuh diaduk lebih lama atau dikorek-korek sudut bawah gelas karena sering menempel di situ. Untuk mengatasinya, sembari menuangkan air saya juga mengaduk, meski tetap saja ada yang masih lengket sama gelasnya.
  • Harganya memang lebih mahal dari susu lainnya yakni kisaran Rp9x.xxx,oo (lupa digit kedua angka berapa, antara 0, 1, dan 2) di Super Indo (2017) dan Rp86.xxx,00 di Chandra Supermarket Pringsewu, Lampung (2018).

Untuk informasi, susu yang per kalengnya berisi 400 gram ini diproduksi di Belanda dan diimpor oleh PT. Frisian Flag Indonesia. Bukannya saya tidak cinta produk lokal lho, hanya saja saya malas ganti-ganti dan takut tidak cocok dengan susu lainnya. Selepas itu ya kembali ke tiga alasan saya setia pada susu ini hingga lahiran, hehehe. Nah, kalau Mums mau beli Frisomum Gold di toko, letak produk susu ini berada di etalase dekat kasir atau kalau pun berada bersama susu hamil lainnya kemasan susu ini disegel dan akan dibuka saat membayar. Saya tidak tau kenapa. Lalu, yang membedakan susu hamil ini dengan yang lainnya adalah susu ini tidak hanya untuk ibu hamil tapi juga untuk ibu menyusui. Jadi tidak perlu repot ketika beralih ke masa menyusui. Tapi bosan juga kan ya berbulan-bulan stuck dengan susu ini yang hanya tersedia rasa vanila. Makanya pasca lahiran saya hijrah ke susu lain *ups.

Demikian sharing saya tentang susu yang saya minum selama hamil. Thank you for reading! 

Sharing is caring. Love,

   

Disclaimer: This is not a sponsor content. This post is based on my own experiences.