You rule your own life, be confident!

Hampir setiap hari saya mengajak Liora ke luar rumah untuk jalan-jalan pagi atau sore. Tentunya bertemu dengan tetangga dong ya. Sambil ngobrol-ngobrol gitu deh. Topik obrolan macam-macam. Saat itu, entah darimana asalnya, topik adalah alat KB. Mereka bercerita tentang KB yang mereka pakai. Lalu ditanyalah saya. Sambil nyengir, “Belum pasang KB.” Dan mereka semua langsung dong, “Awas kebobolan!”

Sebenarnya, sebulan setelah melahirkan, saya dan suami sudah konsultasi mengenai alat KB dengan dokter. Yang paling efektif adalah IUD. Dan kami putuskan untuk pakai IUD. Kapan? Kalau sudah siap wkwkwk. Bukan apa-apa. Pemasangan IUD kan lewat bawah sana dan saya lagi trauma, cyiiin. Dengan jahitan pasca melahirkan yang banyak–luar-dalam, rasanya awww. Dan saat konsultasi jahitan sebulan setelah melahirkan, ada lecet keciiiil di bekas jahitan (pantas saja saat itu ada rasa perih-perih gitu). Belum lagi teringat rasanya saat dicek bukaan. Untungnya suami juga tidak memburu. “Terserah sayang kapan siapnya.”

Akhirnyaaaaa setelah banyak baca blog dan nonton vlog pengalaman yang sudah pernah pasang IUD, saya putuskan untuk segera pasang, tepat ketika Liora berumur 6 bulan. Dari pengalaman yang sudah pasang, reaksi beda-beda. Ada yang mengatakan sakit sekali dengan kram yang luar biasa, ada juga yang tidak merasakan sakit sama sekali. Sudah ah daripada saya parno sendiri dan hanya membayangkan yang tidak-tidak, lebih baik buktikan sendiri rasanya seperti apa! Ya kan?

APA ITU IUD?

photosource: pinterest

IUD (Intra Uterine Device) merupakan alat kontrasepsi berbentuk T yang dipasang di jalur rahim untuk mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini bisa dilepas ketika ingin kembali program hamil atau diganti karena periode pemasangan tertentu.

Saya (dan suami) memilih IUD karena juga efektif dibanding alat kontrasepsi yang lain seperti pil KB atau suntik: 1) Bisa dilepas kapan saja. Karena memiliki jangka 3-10 tahun pemakaian, alat kontrasepsi IUD bisa dilepas kapan saja. Kalau saya memakai Nova T jangka 5 tahun. Mungkin tidak sampai 5 tahun sudah dilepas. Hihihi. You know why2) Aman-nyaman tanpa perlu mengingat kapan mengonsumsi pil KB atau suntik KB terakhir kali. Hal kecil-kecil saja saya bisa lupa euy. 3) Tetap subur. Tidak seperti suntik KB yang mengandung hormon, dengan dilepasnya IUD, program hamil besar kemungkinan lancar atau bahkan bisa langsung hamil. Hal itu dikarenakan suntik KB yang menginjeksikan hormon progestin atau kombinasi hormon estrogen dan progesteron belum habis atau masih ada di dalam tubuh (tentu tingkat kesuburan seseorang berbeda ya). 4) Hormon aman. Cara kerja IUD adalah mencegah sperma bertemu sel telur. Tidak ada campur tangan hormon, hanyalah sebuah alat kecil yang dipasang sebagai tameng untuk sperma yang mau ngapel (macam orang tua yang anaknya nggak boleh diapelin gitu deh).

Tentu dengan tagline yang dikenal dari IUD tentang poin keempat itu membuat saya tergiur. Soalnya saya mudah gemuk! Hanya dengan makan saja gemuk terjadi dalam sekejap, apalagi kalau ada yang bermain dengan hormon saya. Meski kata dokter, kalau cocok badan tidak akan gemuk. Tapi efek pada setiap tubuh perempuan berbeda, saya tidak mau coba-coba. Saya gen mudah gemuk, sih. Apa kabar gerombolan strechmark saya ini pasti jadi seneng banget karena tambah teman.

PEMASANGAN IUD

Image result for iud
photosource: google

Cara pemasangan IUD memang pasti membuat yang akan pasang IUD dag-dig-dug. Apalagi kalau dengar yang “katanya-katanya-katanya”. Tidak sedikit yang men-judge pasang IUD itu sakit banget. Yang bicara sakit bahkan tidak memakai KB IUD. Ckckckck. Saya juga korban “Kamu mau pasang IUD? Sakit banget tau!” Padahal yang bicara seperti itu ke saya tidak pakai IUD. Kan lucu ya. Tapi ya memang ada juga yang share kalau saat dia pasang, sakit banget. Dan ada juga yang pingsan saat pasang. Setiap kondisi perempuan berbeda dan tingkat menahan sakitnya juga berbeda.

Disarankan saat memasang IUD saat menstruasi akan berakhir karena tepat sedang terjadi bukaan supaya mudah dan minim rasa sakit. Atau akhir masa nifas. Saat di akhir masa nifas, saya belum berani pasang IUD karena takut jahitannya kenapa-napa dan merasa tidak nyaman. Padahal sih nggak kenapa-napa. Saya saja yang parno. Kalau menunggu menstruasi, kelamaan! Tidak tahu kapan deh saya menstruasi lagi setelah melahirkan ini. Jadi, oke saya putuskan sekarang! (tepat Liora 6 bulan)

Sebelum dipasang, dokter USG rahim terlebih dahulu. Dinyatakan bagus dan bersih, pemasangan diperbolehkan. Tarik nafas, dan alat untuk membuka vagina masuk. Rasanya seperti lagi tidur lalu pelan-pelan dibangunkan. Tidak sakit kok! Sambil diajak ngobrol, semua berjalan lancar tanpa keluhan. Pemasangan berlangsung 1-2 menit saja. Setelahnya, saya langsung merasa nyeri-nyeri menstruasi. Setelah pemasangan selesai, dokter meresepkan obat anti nyeri.

Selesainya, saya bergumam pada diri sendiri, “Jangan percaya apa kata orang kalau kamu belum pernah merasakannya!”

Bagi saya, pemasangan IUD ini tidak sakit. Kalau sakit, bearable kok! Memang saat alat untuk membuka jalan pemasangan IUD itu rasanya suprisingly eww but after that “Finished,” said the doctor.

Setelah pemasangan memang rasanya seperti menstruasi. Kalau saya hanya nyeri ringan, tidak sampai kram. Yang terjadi pun lebih seperti flek, bukan seperti menstruasi yang relatif deras. Pengalaman beberapa orang yang saya tahu, mereka ada yang langsung mengalami menstruasi, ada yang merasakan kram hebat, ada juga yang biasa saja. Don’t worry, this is not a big deal. Oh iya, saya dari rumah langsung membawa pembalut. Ternyata memang ketika selesai pemasangan, langsung bereaksi dengan mengeluarkan flek darah.

TIPS LANCAR PASANG IUD

Set positive mind. “Katamu, kata dia, kata mereka sakit? Really? Let me try!” Perkara sakit atau enggak, yang penting sudah pasang kan pada akhirnya.

Relax!!! Ini bisa jadi pemicu saat pasang terasa sakit. Ketakutan membuat tegang, jadi jalur rahimnya kaku. Maka saat alatnya masuk, hal itu terkesan memaksa sekali untuk masuk. Saya sendiri mulai mencoba rileks sejak bangun pagi di hari akan pasang. Maka ketika dipasang semua lancar. Tarik-hembus nafas, dan selesai deh!

Note: Kalau ingin hati tenang, tidak usah cari tahu alat yang dipakai untuk memasang IUD. Tapi kalau saya sih penasaran. Wkwkwkwk 😛 Alatnya biasa disebut: cocor bebek. Nah ni saya kasih tau cocor bebek itu gimana.

Hasil gambar untuk cocor bebek

Gambar di atas itu daun cocor bebek! Hahaha 😛 Alatnya yang pasti pinggirnya nggak bergerigi kok LOL.

Sekian dan rileks ajalah!

Sharing is caring. Love,