MOTHERHOOD pregnancy & birth

Pengalaman Pendarahan dalam Rahim saat Hamil Muda

Kembali lagi dengan cerita bahagia dari saya! Hehehee. Puji Tuhan tahun ini ada kabar baik bahwa Liora mau punya adik! Setelah lepas KB IUD tahun 2021, akhirnya 2022 Liora bisa sebahagia itu dengar kabar mau punya adik. 
 
 
Di pertengahan bulan Januari, saya merasa lelah sekali dan mual. Juga, menstruasi yang sudah terlambat 1 minggu. Lalu sempat ada flek namun tidak banyak. Kebetulan saat itu saya mau vaksin booster dan kepikiran jangan-jangan sudah isi. Akhirnya coba tes menggunakan testpack dan garis dua! 
 
Mungkin efek terlalu senang jadi saya segera USG, ingin memastikan apa si testpack itu benar. Namun, saat USG Abdominal tidak terlihat. Kemungkinan karena posisi rahim saya yang agak ke belakang. Akhirnya saya melakukan USG Transvaginal untuk melihat lebih jelas lagi. Hasilnya, tidak terlihat tanda-tanda janin. Yang ada malah dokter melihatnya ada bagian hitam seperti mau menstruasi. Jujur, agak sedih. Lalu saya diminta kembali 2 minggu lagi sembari terus mengonsumsi asal folat dan sebaiknya menunda dulu untuk vaksin booster. 
 
Dua minggu kemudian saya kembali ke dokter kandungan. Masih dengan gejala mual, pusing, mulut terasa pahit, dan mudah lelah. Saya juga sudah cek dengan 2 testpack lagi yang hasilnya konsisten, garis dua. Jadi 3 testpack telah menyemangati saya wkwkwk. Tapi pikiran saya masih dag dig dug. Bagaimana jika di USG hasilnya nihil? 
Dua minggu berlalu dan Puji Tuhan, janin sudah terlihat! Detak jantungnya masih pelan. Tetapi…. nampaknya ada pendarahan. Mulai khawatir karena ditemukan pendarahan yang lumayan terlihat jelas dan cukup besar. Pendarahan itu ditemukan dekat dengan kantong janin. Dokter tidak banyak menjelaskan mengenai pendarahan itu. Yang jelas saya harus banyak istriahat.
 
Seperti biasa, dokter menenangkan saya dan mengatakan bahwa itu bisa hilang. Hal itu bisa terjadi di awal kehamilan atau juga karena kelelahan. Saya pun diresepkan obat untuk pendarahan tersebut yang ternyata itu juga merupakan obat penguat kandungan. Obat itu  diminum setiap malam setelah makan saat hendak tidur. Mengapa malam hari, karena bisa jadi efek dari obat itu adalah mual yang berlebihan. Selama mengonsumsi obat itu pun tentunya harus diimbangi dengan istirahat yang banyak. 
 
Setelah mengonsumsi obat tersebut selama 40 hari, saya merasa tidak mual berlebihan, aman-aman saja. Dan tepat obat habis, saya USG di usia kandungan 12 minggu. Hasil USG terlihat baik dan pendarahan itu sudah tidak terlihat. Saya tidak perlu mengonsumsi obat lagi dan terus saja mengonsumsi suplemen kehamilan. Detak jantungnya juga bagus, semua perkembangannya terlihat sehat. Jenis kelaminnya pun sudah terlihat 😍 Nggak nyangka banget sudah secepat itu terlihat.  
Oh iya, selama perjalanan 6-12 minggu saya sempat mengalami flek, meski hanya sedikit. Juga pernah saat buang air kecil ada gumpalan darah seperti masa hari-hari terakhir menstruasi. Jika sudah seperti itu, yang saya lakukan hanya lebih banyak istirahat. Memang agak panik, tetapi itu terjadi memang di saat saya mengalami hari yang melelahkan. 
 
Kehamilan ini membuat Liora selalu bertanya, “Adeknya udah besar, belum?” Selalu ditanya hampir setiap hari 😆 Dia juga senang mengusap perut saya sambil berkata, “Uh… bayi yang manis…” Haha lucu banget. Semoga rasa sayang kamu semakin besar ya sampai kelak adik lahir. Meski jenis kelaminnya tidak sesuai dengan keinginan Liora, dia tetap menerima dan tetap sayang ❤️
 
Siapapun yang mengalami hal sama, banyak istirahat ya! 🙂 Semoga kehamilannya sehat dan lancar beraktivitas sebagai ibu hamil. Kalau saya, rasanya masih mudah lelah. Tetapi makannya tetap lancar jaya. Kalau kata mama saya, “Hamil doyan makan, ya kamu!” Hahaha.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.