Akhir 2019 saya dan keluarga road trip ke luar pulau. Bukan hal yang jarang untuk naik kapal sih. Tapi ini kali kedua saya naik kapal dari dermaga eksekutif. Pertama waktu mau ke Jakarta, pas Putra balik dari Cina–November kemarin. Yang kedua ketika road trip kemarin Desember.

Kalo perjalanan darat dan keluar pulau tuh malesnya naik kapal. Rasanya pusing karena aroma kapal yang nano-nano dan ketika ombak besar rasanya mual. Rasanya juga kotor aja gitu karena banyak orang silih berganti di kapal itu.

Nah, liburan kemarin memutuskan naik kapal dari dermaga eksekutif. Pokoknya gak mau lama-lama di atas laut. Pusyiiiiiing. Semenit bagaikan sejam.

Dua kali pengalaman saya naik kapal dari dermaga eksekutif rasanya sama saja.
Kesan pertama kali: “Loh aku udah pernah naik kapal ini (dari dermaga reguler)”
Kesan kedua: “Loh kapal ini lagi.”

Sampai di Pelabuhan Bakauheni kurleb jam 11 malam.


Awalnya saya berpikir bahwa dermaga eksekutif itu… kapalnya eksekutif juga. Ternyata sama aja. Nah, apa bedanya coba????

1. Tarif

Dermaga eksekutif, namanya juga eksekutif pasti harganya lebih mahal ya. Iya, kalau dermaga biasa harga untuk mobil pribadi atau Golongan IV Penumpang +/- Rp375.000,00. Nah kalau dermaga eksekutif +/- Rp579.000,00.

2. Waktu

Waktu penyeberangan tentu lebih cepat. Kalau via dermaga eksekutif hanya 1 hingga 1.5 jam. Sedangkan yang biasa 2.5 jam bahkan bisa lebih lama menjadi 4 jam. Pusing eike lama-lama di atas laut!

3. Jenis Kapal

Yang saya masih heran, jenis kapal. Kayaknya sih sama aja sama yang biasa. Cuma kecepatannya aja yang beda sehingga via dermaga eksekutif ini bisa lebih cepat. Lagi pula sekarang kapal-kapal yang ada semua udah mengutamakan kenyamanan penumpang dengan meningkatkan kebersihannya. Tapi, harga makanan minuman masih sama ya… sama-sama mahal 🤣

Pertama kali Liora paham itu kapal. Ini kali kedua Liora pergi dengan kapal. Kalo PP berarti udah 4x. Pertama kalinya waktu usia 6 bulan.

 

4. Sekali Bayar

Biasanya kita kalau masuk kapal harus bayar lagi. Ya +/- Rp10.000,00-15.000,00. Tapi yang via dermaga eksekutif tidak. Jadi gak perlu menyiapkan uang lagi. Biasanya saya langsung siap recehan di kantong jaket. Kalo dari dermaga eksekutif, tak perlu.

5. Keberangkatan Kapal

Keberangkatan kapal dari dermaga eksekutif ini tiap 2 jam sekali. Kalau dari Pelabuhan Bakauheni keberangkatan di jam ganjil. Kalau dari Pelabuhan Merak di jalm genap. Tapi gak pasti banget sih itu. Kadang kita harus menunggu kapal yang baru datang untuk bongkar muat dulu.

6. Fasilitas

Nah, karena kadang kita kan sampai pelabuhan dengan waktu yang tidak pas dengan keberangkatan kapal, kita bisa menunggu di dermaganya yang mana ada retail makanan dan minumannya. Kayak mall sih jadinya. Adem, ada eskalator. Apalagi yang di Pelabuhan Merak, lebih lengkap dan kelihatan lebih mapan aja gitu soalnya udah rame. Apa karena waktu itu saya sampai dermaganya sore hari ya jadi masih terang gitu haha. Kalo di Bakauheni, karena sampai pelabuhan jam 11 malam jadi gak begitu jelas sih. Antara pada tutup atau masih jarang. Kemarin gak sempet masuk, yang masuk sih Putra karena saya minta tolong beliin sesuatu di Indomaret Point. Kalo di Merak, saya sempat beli minuman kesukaan, ChaTime wkwk.

Sampai di Pelabuhan Merak mau nyebrang pulang sekitar jam 5 sore. Suasana masih agak panas. Lalu sambil nunggu kapal bongkar muat, jajan Hazelnut Choco Milktea kesukaan!

 

Untuk kebersihan, selama saya memandang dan berada si sana, bersih. Terlihat terawat juga. Oh iya, toilet di sana bersih sih. Kadang kalo di tempat umum kan males banget mau pipis, tapi di sini nyaman, bersih. Cuma ya nggak ada tisyu toilet. It’s okay sih kalo itu karena kalo saya emang sering bawa tisyu sendiri.

Bangunan di kanan itu mall pelabuhannya. Di dalamnya ada banyak retail makanan minuman dll gitu.

 

7. Cara Bayar

Pembayaran dilakukan cashless atau dengan e-money. Nah jenis e-money ini tentu bank BUMN seperti Mandiri e-money (Mandiri), Brizzi (BRI), TapCash (BNI), atau Blink (BTN).

Itu sih 7 hal yang membedakan kalo kita naik kapal melalui dermaga ekselutif dan dermaga reguler. Kalau kapal sih rata-rata sudah nyaman. Ada kapal yang memutar film, ada juga yang punya live music.

Dari pengalaman saya dan keluarga Desember kemarin sih ketika naik kapal di Pelabuhan Bakauheni lebih nyaman di banding Pelabuhhan Merak. Jadi ketika sudah bayar tarif kami diarahkan ke suatu tempat–parkir kendaraan gitu deh sebelum naik kapal. Nah ada petugasnya yang atur. Mobil rapi berbaris sesuai urutan datang. Jadi ketika kapal siap diisi, petugas mengatur mobil yang mau masuk sesuai urutan sampai di dermaga melalui ‘satu pintu’.

Berbeda dengan ketika kami mau kembali ke Lampung. Di Pelabuhan Merak, setelah bayar tarif mobil memang berbaris. Tapi ketika masuk kapal, tidak ada yang mengatur. Random banget pokoknya. Sampai-sampai kayak dulu-duluan gitu. Hal itu terjadi karena ada lebih dari satu akses menuju kapal. Sundul-sundulan pokoknya. Karena masuknya rebutan, jadi takut gak keangkut. Alhasil kami jadi mobil terakhir yang masuk kapal. Padahal saat baris di dermaga, mobil kami bukan yang paling akhir lho.

Begitulah ulasan dan sedikit cerita tentang pengalaman saya nyebrang via dermaga eksekutif. Harapannya semoga lebih maksimal lagi dari segi semuanya, baik fasilitas, pelayanan, kebersihan, dan ketertiban. Untuk kapalnya, semoga kapalnya semakin bersih dan memadai. Kadang ramai penumpang orang, jadi banyak juga yang duduk di lantai kapal, tidak kebagian kursi. Sampai-sampai kalau mau lewat agak canggung hehe. Selain itu juga kita sebagai penumpang, jadilah penumpang yang peduli. Jangan korbankan orang lain demi barang bawaan dan kaki kita ya 🙂