Tau gak kalo saya mau bilang, “2019 udah selesai? Kok cepet sih?” tapi gak jadi. Soalnya… ya ketika saya ingat-ingat momen di 2019 lagi dari Januari hingga Desember, keinget lagi betapa padatnya aktivitas lho! Dan banyak hal baru yang saya dapatkan di 2019.

Awal tahun 2019, Januari, saya disibukkan pemberkasan CPNS. Iya, setelah apply pekerjaan di beberapa perusahaan, tes dan interview, saya akhirnya mendaftar CPNS. Juli-September 2018 ‘berusaha keras’ untuk mendapat pekerjaan hingga ikut job fair di Bandung-Jogja. Karena belum juga ada berita baik, saya ‘lerenkan’ mencari pekerjaan dan mencoba mendaftar CPNS hingga saya putuskan, ya sudahlah jadi ibu rumah tangga dulu. Tapi ternyata Tuhan beri jalan. Saya lolos tes CPNS. Dan Januari bulan sibuk memenuhi berkas. Ini tahap akhir. Berkas lengkap, maka diterima CPNS. Dalam pemenuhan berkas ini saya banyak belajar dan benar-benar menambah pengalaman. Saya jadi berpengalaman tes kejiwaan lho! Gak pernah terlintas ingin tes kejiwaan saya. Tapi momen itu, saya diberi kesempatan mencoba tes tersebut haha. Terus terang, pengalaman barunya lebih ke berinteraksi dengan pelayan publik yang kurang (tidak) ramah. Nguras emosi kalo dibawa pikiran. Huft.

Baca juga: Pengalaman Tes Rohani

Februari. Liora mulai punya pengasuh. Saat itu saya benar-benar harus pandai mengatur perasaan. Titik melow saya karena Liora bakalan diasuh sama orang lain (karena saya akan segera bekerja). Sampai-sampai, mandi pagi dan sore pun masih saya yang mandikan. Meski semakin ke sini……. “Mbak Ning yang mandiin Liora ya.”  Di sini saya belajar santuy aja cuy. Hahaha.

Baca juga: Liora Punya Pengasuh

Daaaan… Tepat sebelum Liora ulang tahun, dia demam. Alhasil setelah ulang tahunan, Liora masuk rumah sakit karena DBD!!! Awalnya saya seperti tidak percaya karena selama ini Liora dijaga dengan baik. Tapi hasil cek lab menyadarkan saya. Mungkin saya harus lebih aware lagi dengan nyamuk yang ada, dengan tidak membiarkannya menggigit siapa pun. Kebetulan juga tetangga seminggu terakhir masuk rumah sakit karena DBD. Saat itu memang lagi banyak yang terjangkit DBD.

Maret. Pembagian SK CPNS yang artinya harus segera ke unit kerja dan tentu bekerja lah ya. Unit kerja saya di sebuah sekolah. Iya, saya jadi seorang guru. Saat itu rasanya… saya bersyukur banget. Mengingat tahun 2018 dimana saya sangat berusaha untuk mendapatkan pekerjaan keluar kota memenuhi panggilan, akhirnya ‘terbayarkan’ segala usaha saya untuk mendapat pekerjaan. Meski saat mendaftar CPNS saya benar-benar nothing to lose dan sudah bertekad jadi ibu rumah tangga aja dulu. Oh iya, saya kerja di kabupaten sebelah. Hal baru banget buat saya karena saya jadi tahu daerah lain wkwk. Secara kagak gaul.

Sempat IG story waktu pembagian SK. Berangkat setengah 5 pagi karena jarak dari rumah lebih dari 50 km! Ehe.

April & Mei. Tempat kerja berjarak kurang lebih 40 km dari rumah. Waktu tempuh 1 jam sekali tempuh. Karena lelah, ASI berkurang drastis. Berangkat pagi, pulang di siang hari, payudara terasa biasa. Sakit merengkelnya udah gak sesakit sebelumnya. Sempat kepikiran, malah jadi stres sendiri. Dan tetap sih punya susu formula, kali aja Liora mau minum sufor. Kalo yang ini, hal baru bagi liora, minum susunya di mix antara ASI dan sufor.

Juni. Awal bulan, saya melarikan diri ke rumah sakit. Untuk pertama kali dalam hidup, rawat inap di rumah sakit karena sakit. Mual, demam, diare dalam 4 hari tak kunjung sembuh. Ambien kembali muncul dan lumayan besar karena diare. Ditambah, saya haid. Merasakan tidak sanggup, saya pergi ke rumah sakit minta dirawat. Karena kalo di rumah, Liora inginnya sama saya terus dan minta gendong. Saya… lemah tak berdaya  Selama 2 hari 2 malam saya dirawat di rumah sakit haha. Recoverynya terasa cepat! Gak salah memang memilih untuk rawat inap wkwk!

Pertengahan bulan saya mulai mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS di Bandar Lampung selama 3 minggu. Bertemu teman baru, sekamar dengan beda personality dan bersyukur ditemukan dengan mereka!

Foto di atas itu bersama teman sekelas. Paling muda di sini usia 23 tahun dan paling tua 35 tahun. Sebagian besar sudah menikah dan punya anak, tapi gokilnya berasa pada masih bujang gadis semua. Hahaha bikin rindu kalo inget masa itu. Lucu aja gitu kekonyolan mereka. Apalagi waktu Bela Negara. Lucu pengen ketawa sengakaknya tapi gak bisa nanti ditegur.

Itu teman sekamar. Dari kiri ke kanan: guru SD, guru SMP, guru SMP, guru SD, dokter. Kerjaannya nge-gofood minuman zaman now apalagi waktu lembur kerja untuk presentasi hahaha.

Nah saat diklatsar itu bertekad untuk menyapih Liora. Dan you know what… masuk minggu ketiga, ASI sudah tidak keluar!

lagi ngomong apa sih?

Juli. Sepulang dari Diklatsar CPNS, lusanya saya ditugaskan kepala sekolah mengikuti Bimtek di Jakarta. Rasanya kayak mimpi alias kayak nyawa saya belum kumpul aja gitu, masih tertinggal di mess. Belum sempat liat materi bimtek–lebih tepatnya gak kuat lagi. Malas sekali rasanya waktu itu. Tetapi…… selama bimtek saya sangat menikmati! Saya senang belajar hal baru. Baru karena saya belum berpengalaman mengajar. Dan teman paralel saya sangat membantu saya. Mereka tau saya masih sangat muda bahkan seumuran anak mereka dan juga belum berpengalaman. Tetapi mereka dengan sabar membimbing saya. What a lovely kind of person!

Dari sekolah, kami berenam yang ditugaskan untuk mengikuti Bimtek ini.

Foto atas: Bersama teman satu kelompok di kelas paralel. Mereka sangat helpful! Foto bawah: Ditambah +2 orang fasilitator in frame.

Foto di hari terakhir bersama teman-teman guru Bahasa Inggris. Sebenarnya ada sekitar 26 orang tetapi udah keburu bubar jadi susah ngumpulinnya.

Senangnya lagi, sepulang dari Bimtek saya dan Putra ketemuan di Jakarta. Jalan-jalan sebentar lah… Hihi. Nyoba MRT dan jalan-jalan ke Kota Tua. Meski cuma sehari tapi kayaknya berkualitas banget. Berduaan, main, uhuk hahaha.

Agustus. Pada awal bulan, sempat dapet kecelakaan kecil. Waktu motong kertas pake cutter. kebablasan terus kena deh. Panik banget! Untung fotokopian deket puskesmas. Segera ke puskesmas. Serem banget setiap mau bersihin atau diobatin. Nyut-nyutan banget rasanya.

Seminggu setelah tragedi kena cutter, Putra berangkat training ke Cina selama 3 bulan. Waktu packing barang Putra, wih jempol rasanya nyeri gimana gitu. Lebay emang haha.

Nangis bombay kita waktu berdoa bersama menjelang keberangkatan ke bandara. Wkwk. Selfie bentar sebelum pisah.

Dan hal baru lagi nih pertama kali nyoba Skytrain dari terminal 3 ke 1B karena setelah Putra berangkat, saya balik Lampung. Seneng sih bisa untuk hal-hal kecil dan ini baru buat saya. Jadi tau aja gitu wkwkwk.

Di akhir bulan, rangkaian Diklatsar CPNS selesai. Diklatsar itu tidak hanya 3 minggu saja. Tapi ada masa habituasi di tempat kerja dan kita melaporkannya dalam bentuk presentasi. Nah di bulan Agustus ini selesai sudah masa diklatsar saya.

Ternyata saya jadi peserta terbaik kedua ehehe. Puji Tuhan…

September. Suasana LDM tapi komunikasi lancar banget. Video call tiap hari adalah wajib. Memang sih, awal-awal LDM agak susah komunikasi karena di Cina akses terbatas. Layanan chat hanya WeChat dan saya susah banget untuk registrasi. Entah deh. Awal-awal komunikasi pake email dong haha. Line bisa sih kirim foto atau video. Tapi ya… sampenya gak on time. Akhirnya Putra pake VPN dan baru bisa.

Video call waktu Putra sempat ke Disneyland Shanghai. Kapan-kapan sama anak istri ya! Wkwkwkwk AMIN.

Di bulan ini Liora pergi ke dokter gigi pertama kalinya lho! Karena giginya  mulai karies jadi saya bawa Liora ke dokter gigi spesialis anak. Postingan tentang ini akan terpisah.

Oktober. Liora pergi lagi ke dokter gigi untuk treatment gigi yang kedua. Ada 4 gigi yang karies hiks.  Di bulan ini saya disibukkan dengan program guru pemula karena saya masih guru baru. Dan mulai bulan ini nih mulai saya jerawatan dan Liora pilek–pilek, sembuh, pilek sembuh. Menurut saya ini karena perubahan cuaca. Cuaca bulan Oktober-November sangat ekstrem. Panasnya kebangetan, sekali hujan lebat banget.

Bulan ini, saya akhirnya benar-benar memutuskan untuk menyapih Liora. Di 20 bulan, Liora lepas nenen 😊 Ada alasan mengapa 4 bulan lebih cepat. Tak lain adalah karena produksi ASI yang sudah sangat menipis.

November. Bulan yang dinantikan. Uhuy. Awal November Putra pulang, yeay! Pas banget waktu itu weekend, jadi saya bisa jemput. Lebih tepatnya jemput koper dan isinya haha. Saya bawa koper dari Lampung dan ketika kami bertemu di Jakarta, kami tukeran koper. Saya membawa koper isi oleh-oleh hihi. Waktu kami bertemu, kami benar-benar having qtime. Cielah! Kangen-kangenan  maksudnya.

Desember. Akhir tahun, tapi padeeeet banget kegiatan saya. Menjadi panitia Penilaian Akhir Semester yang setiap hari harus ke sekolah, lalu input nilai, urus rapor kelas karena jadi wali kelas VII otomatis banyak yang harus dikerjakan karena itu merupakan rapor mereka pertama kali di SMP. Jadi dari cover rapor, tempel foto, print rapor dll banyak banget yang dikerjain. Dan Mbak Ning minta libur dari tanggal 7 Desember! Saya dan mama saya gantian ke sekolahnya karena jaga Liora. Tapi ujung-ujungnya Liora sama mama saya karena urusan saya di sekolah lebih banyak daripada mama saya. (Fyi, mama saya juga guru tapi bukan wali kelas dan peserta didik mama saya dikiiiiiit banget wkwkwk).

Baru selesai urusan di sekolah, packing untuk jalan-jalan. Iya, we had family road trip! Setelah hari Natal, saya dan keluarga jalan-jalan sampai akhir tahun sajo. Dan diakhiri dengan saya yang tepar karena masuk angin sampe mual-mual dan lidah terasa pahit hahaha. IT WAS UNFORGETTABLE!

2019, you were such a roller-coaster year for me! Yang paling terasa adalah karena saya mulai bekerja, saya masih proses adaptasi dengan lingkungan kerja. Jelas berbeda! Atmosfer lingkungan dimana pun itu pasti beda ya. Dan jujur saja saya mengalami kesulitan beradaptasi di tempat kerja. I couldn’t tell it why. Yang jelas, I was having a hard time for adapting myself there. But I am survived and can find reasons to enjoy the atmosphere–grateful.

I couldn’t be more grateful because I am enough, I am worthy, I am capable of having positive energy and mind.