Dilema: Liora Memiliki Pengasuh

It is o…kay!

Pada akhirnya, saya akan mengubah status stay at home saya–yang artinya Liora punya pengasuh. Ini adalah hari ketiga Liora bersama pengasuh, Mbak Ning panggilannya. Awalnya saya senang akhirnya saya bisa melakukan hal-hal tanpa diikuti Liora maupun ‘dibantuin’ Liora, alias bebas. Ternyata, ketika Mbak Ning sudah di rumah, saya jadi galau (gimana sihhh 😂).

Mungkin ini semua karena sindrom perfeksionis saya. Keseharian Liora benar-benar teratur. Sebagai gambaran, begini keseharian Liora:

Bangun pagi – sarapan – mandi – tidur – main – tidur – main+snacking – main – tidur – makan – mandi – tidur. Liora bangun pagi rata-rata pukul 05.00 WIB dan tidur malam pukul 18.00 WIB. Liora masih bisa tidur 3x sehari dengan masing-masing satu hingga dua jam tidur. Untuk tidur di siang hari biasanya mentok hanya dua kali pun tergantung jam berapa Liora bangun tidur di pagi harinya. Memang keseharian itu makin ke sini makin goyang karena Liora sudah lebih senang bermain dan tentunya jalan sana sini tanpa lelah. 

Untuk hal makan, saya pun telaten. Mau bagaimana cara Liora makan–duduk manis atau sambil jalan-jalan dan bermain, saya tetap usahakan untuk terus menyuapi kecuali Liora sudah kenyang. Seminggu belakangan ini Liora susah banget makan sambil duduk manis 😓 Mau nggak mau ya dia sambil jalan sana sini. Kadang kalo saya bilang “Aaaaa.” Dia dateng sendiri. Kadang ya juga enggak dan harus ngikutin. Ya gimana ya namanya juga menjaga supaya asupan yang masuk cukup. 

Di waktu bermainnya pun kadang saya ikutan main apalagi baru-baru ini karena Liora sudah mulai paham jadi saya bisa mengajak Liora bermain seperti memindahkan pompom kecil ke suatu wadah, baca buku dengan menirukan suara hewan, main sumputan wkwk, juga mengajarkan kosa kata. Saya inginnya Liora bermain yang berkualitas. Jadi saya merasa ini benar-benar masa emas dimana saya bisa memberikan input sesuai yang saya harapkan untuk Liora sembari melatih motorik halus dan kasarnya.

Di asuh orang lain? Saya kepikiran waktu tidurnya, makannya, dan bagaimana dia bermain. Liora agak susah kalo mau ditidurin, masih butuh nenen dan relatif nggak mau minum susu dalam dot. Liora juga selalu saya yang nyuapi. Nah bermain, saya khawatir berbedanya bahasa, atau cara memilih kata-kata yang digunakan antara saya dan yang mengasuh bakal men-distract perkembangan bahasanya. Lalu saya juga nggak mau ketinggalan masa lucu-lucunya. Contoh yang membuat saya kagum pada tingkah Liora: Keset kamar mandi bergambar burung. Liora lagi berdiri di atas keset dan saya lagi beres-beres. Terus Liora ngomong sendiri, “Ba! Ba! Ba!” Ternyata dia menginjak gambar burung lalu angkat kakinya terus bilang Ba! Hahaha main cilukba sama burung di keset 😆😆😆 Ngerti aja tu keset gambar burung terus diajak cilukba pake ditutupin kakinya sendiri.

Ya memang Mbak Ning nggak full day jaga Liora. Paling dari jam 6 pagi sampe jam 3 sore aja, tergantung saya pulang jam berapa. Selama beberapa hari ini baik-baik aja sih karena ini masih masa ‘percobaan dan pengenalan’. Saya pun belum mulai bekerja. Jadi Liora kalo mau nenen masih menemukan saya di rumah. Belum tau nanti kalau saya sudah mulai bekerja, tidak menemukan saya di rumah.

Meski aman-aman aja, tapi hati saya melow. Liora sudah dekat dengan Mbak Ning, bahkan waktu mau tidur sama saya lalu Mbak Ning keluar kamar, Liora menangisi Mbak Ning. Ada juga momen Liora udah ngantuk, tapi susah tidur dan berakhir main lagi sama Mbak Ning. Liora masih excited ada ‘teman’ yang menemani mainnya full. Emang sih kalo sama saya kadang sambil saya sambi-sambi. Masalah tidur, syukurlah Liora berhasil tidur dengan gendongan Mbak Ning. Baru sekali sih ditidurin Mbak Ning, tapi artinya, tanpa saya pasti bisa tidur kok (tanpa nenen)!

Sepertinya saya emang kudu rileks. Ini karena belum terbiasa aja, jadi pikiran ini jadi kusut tentang hal-hal mengecewakan–yang padahal mungkin tidak akan terjadi di kemudian hari (perasaan ada aja yang bikin khawatir tentang anak yang belum tentu kejadian juga 😂). Terus juga banyak yang menitipkan anaknya di daycare saat usia anaknya masih di bawah 6 bulan pun diasuh oleh pengasuh. Nyatanya mereka tetap sehat, ceria, dan berkembang dengan baik. Tenang, rileks, dan toh saya juga masih punya waktu dengan Liora di sore hari dan weekend 😍 I am her mother, she is my daughter. We link to each other. So when you click Liora, you will see me before her. We are not separable. Macem jargon aja. Bukan. Itu mantra untuk diri sendiri wkwk.

Terima kasih sudah membaca keluh kesah saya! Semoga saya semakin rileks!

 

Sharing is caring. Love,

 

 

Copyright: Text & Photo by marthagiotita La Young Mama

 

Sharing is caring, share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *