LIORA's JOURNAL

Liora 11 Bulan: Berjalan!

Welcome to jalan sana jalan sini life, I said to myself. Ketika Liora masih bayi, bertanya-tanya dalam hati, kira-kira kapan ya Liora bisa jalan lalu membayangkan kehebohannya seperti apa. Seru juga kayaknya. Mungkin saya bisa jadi kurus haha.

Waktu itu, ketika Liora mau vaksin MR dan berusia menjelang 10 bulan, ada bayi barengan Liora mau vaksin MR juga (lumayan ada barengan vaksin, jatuhnya jadi lebih murah vaksinnya hihi). Namanya Arsi, seingat saya. Dia jalan ke sana kemari, sempat mendekati saya dan memegang tangan saya. Lalu saya tanya pada ibunya, berapa usianya. Jawabnya, mau 11 bulan dan bisa jalan usia 10 bulan. Wow. Saya takjub. Entah karena saya juga masih baru di dunia peribuan, jadi menurut saya anak bisa jalan di usia 10 bulan itu jarang banget. Malah ada yang saya tau, ada kenalan bayi 15 bulan belum jalan. Saya pikirnya sih wajar ajalah karena perkembangan bayi kan beda-beda. Toh pada akhirnya tumbuh menjadi ‘seseorang’.

Lalu saya bagaimana ceritanya kok umur segitu udah bisa jalan. Kata ibu itu, tau-tau bisa jalan setelah demam tinggi. Kata orang-orang dulu, kalo tiba-tiba demam atau rewel mau mundhak akal. Bisa jadi ya?

Baca juga: Vaksin 10 Bulan Pertama

Baca juga ya: Demam Pertama Kalinya (Believe or not, setelah sembuh Liora bisa merangkak lancar)

1. Liora minta titah. Liora minta titah usia 9 bulan. Frekuensinya pun tidak membuat yang megangin tangannya encok atau lelah berlebihan. Nggak sering minta titah. Saya malah berpikiran tidak beli baby walker atau tali apalah itu namanya yang membuat si penitah tidak pegal. Saya bilang ke Putra kalau pegelnya bearable, nggak usah beli toh paling cuma dipake sebentar.

2. Liora dan baby walker-nya. Semakin ke sini semakin susah disambi. Jadi galau beli baby walker atau tidak. Kalau beli, mau yang seperti apa? Apalagi sekarang banyak jenisnya dan ada pro kontra yang mengikutinya. Banyak macam dari banyak merk. Dari yang paling direkomendasikan hingga tidak. 

Ketika Liora ngacir ke belakang rumah dengan baby walker nya.

Akhirnya saya berniat pinjam saja lah sama sepupu Liora. Mau cek juga betah atau enggak. Kalo udah beli dan nggak mau kan sayang #kuduekonomis. Tapi berujung dibeliin Utinya. Puji Tuhan hihihi. Dan respon Liora, senang! Canggih bener dah jalan ke sana sini. Sebodo dengan kontra yang muncul kalau bayi pakai baby walker yang saya sebut gledekan haha. Lumayan membantu dan bisa disambi.

3. Liora minta gandengan. Lalu suatu hari tiba-tiba Liora hanya butuh satu tangan untuk bergandeng. Lancar. Tangan satunya pun sambil pegang mainan atau gerak-gerak.

4. Liora bisa. Beberapa hari kemudian, Liora rambatan dengan smooth, langkahnya terlihat ringan. Akhirnya saya beri kedua tangan dengan kunci lemari (kesukaan Liora ambil kunci-kunci laci, apalagi gantungannya ada klincingannya). Liora bisa jalan!

Sebelas bulan satu minggu, Liora jalan untuk pertama kalinya.

5. Liora jadi ragu. Esoknya? Liora seperti ragu untuk berjalan. Lalu kembali dititah. Esoknya lagi? Pilih dititah. Esok esoknya? Masih sama. It’s okay. Liora needs time.

6. Liora hanya menghampiri mamanya. Tapi tetap saya pancing dengan saya berdirikan Liora dengan sandaran seperti bersandar pada sofa atau kursi atau lemari, lalu berselisih sekitar semeter saya duduk di lantai sambil membuka kedua tangan dan memanggil, “Sayaaaaaang…” Liora menghampiri! Begitu berulang dicoba Liora sambil berlari menghampiri. Awalnya, kalau bukan saya yang menyambut, Liora tidak mau jalan. Seperti ketika Yangti dan Om nya menyambut, dia nggak mau jalan.

7. Liora mulai terbuka. Hari-hari selanjutnya, Liora mulai terbuka dan mau berlari ke arah siapa pun yang menyambutnya. Tetapi, jika tidak ada orang yang menyambut, dia nggak akan jalan dan tetap berdiri, kekeuh berdiri. Haha lucu ingetnya.

8. Liora akhirnya benar-benar berjalan. Siang bolong, seperti biasa Liora minta gandengan untuk jalan-jalan dalam rumah. Lalu tiba-tiba tangan saya dilepas dan dia jalan sendiri mendului saya. Dalam hati saya seneeeng banget. Tetapi nggak mau ke-gr-an. Baru sekali ini, jadi belum bisa disimpulkan. Saya stay cool aja. Tetapi, semakin sore Liora semakin lancar. Langkahnya terlihat enteng meski agak sempoyongan karena masih menyeimbangkan tubuhnya, tapi Liora terlihat sudah percaya diri. Esoknya pun sama saja bahkan diselingi larian kecil yang bikin jatungan. I am a proud mama.

Sebelas bulan tiga minggu, Liora berjalan.

“Lioraaaaaa!” Langsung nengok dan cekrek. Was-was juga kalo aja Liora hilang keseimbangan saat menoleh ke belakang.
Ngobrol sendiri haha. Gemasss!
Ternyata waktu berdiri di sini, Liora sambil pipis juga hahha
“Lioraaaa!” Nengok lagi.

Lucu lihat badan semungil itu jalan sana sini. Meski jalannya seperti tanpa tujuan, Liora enjoy berjalan sambil mengoceh, dan manuvernya mulai oke. Tiba-tiba belok, tiba-tiba berhenti, tiba-tiba lari, pokoknya bikin yang ngikutin gobyos keringet hahahaha. Ohemjiiii, I am so happy! Siap-siap cuci baby walker-nya dan simpan kembali. Hanya terpakai kurang dari dua bulan. Tetapi cukup berjasa. Dan dengan ini mematahkan kontra-kontra yang ada mengenai baby walker tersebut. Tergantung bagaimana kita fungsikan media itu juga bagaimana pengawasan orang dewasa di sekitarnya. Tentu, each baby has their own milestone yang nggak ada timeline sakleknya. Kalau anak lama jalan disebabkan pakai baby walker, ya jangan salahkan baby walker-nya gitu aja. Siapa tahu memang anaknya lagi belum aja.

1. Mendekat karena mengincar yang saya pegang.
2. Hap! Nyaris!
3. Terjadi rebutan (emaknya jepret-jepret aja terooos)
4. Yaaak ada yang kesel dan nangis karena nggak dikasih.

H-2 menuju #toddlerlife. Welcome to #toddlerlife dan semangat! Wkakakakkaaaa!

Terima kasih sudah membaca, have a nice day!

 

 

Sharing is caring. Love,

 

 

 

Copyright: Text & Photo by marthagiotita La Young Mama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *