LIORA's JOURNAL

Liora 10 Bulan: Sudah Vaksin Apa Saja?

Being healthy is priority.

Saya dan Putra pro-vaksin, jadi bisa dibilang kami rajin–hampir nggak pernah lupa tentang imunisasi Liora. Makanya, kali ini saya mau recap vaksin yang diterima Liora sampai 10 bulan ini. Tentu sesuai dengan anjuran IDAI dan rekomendasi DSA Liora.

Baca juga: Vaksinasi dan Imunisasi Berbeda

Dalam blogpost kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang vaksin yang sudah Liora terima. Vaksin itu why not menurut saya dan Putra, apapun kontradiksi tentang vaksin kami tak gentar haha. Mudahnya, pemerintah bahkan dunia menggencarkan pemberian vaksin which means it’s a very good thing for human being.

“Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future” — John F. Kennedy.

Tanpa mikir aneh-aneh, simpulannya, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak memberikan vaksin serajin ini. Poin yang penting juga adalah Liora punya hak untuk sehat. Apalagi ada undang-undang yang melindungi anak.

Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. — Pasal 28B ayat 2 UUD 1945

Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial. — UU Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002

Berikut vaksin yang diterima (paling tidak) di 12 bulan pertama bayi. Tidak begitu rinci tetapi paling tidak membuka pandangan terhadap pentingnya menerima vaksin sebagai upaya preventif supaya terhindar dari berbagai penyakit. (Disclaimer: saya bukan ahli kesehatan tetapi saya bisa membagikan apa yang saya tahu dari pengalaman, sharing is caring.)

1. Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B yang menyebabkan kerusakan hati. Diberikan 4 kali. Untuk vaksin pertama diberikan saat baru lahir. 

2. Polio untuk mencegah virus polio yang menyebabkan lumpuh layuh pada tungkai dan atau lengan. Diberikan 4 kali. Untuk vaksin pertama diberikan di rentang baru lahir atau sebulan setelah lahir.

3. BCG untuk mencegah penyakit TBC. Diberikan sekali dan disuntikkan di lengan. Diberikan di rentang baru lahir sampai usia 2 bulan.

4. DPT/DTP untuk mencegah infeksi difteri (penyumbatan jalan nafas), infeksi pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari), dan infeksi tetanus (kaku dan kejang otot). Diberikan lebih dari 3 kali. Tiga suntik pertama diberikan di bawah usia 12 bulan.

5. HiB untuk mencegah infeksi HiB yang menyebabkan meningitis (infeksi/radang selaput otak) dan pneumonia (infeksi/radang paru). Diberikan lebih dari 3 kali. Tiga suntik pertama diberikan di bawah usia 12 bulan.

6. PCV untuk mencegah penyakit pneumonia (infeksi/radang paru). Diberikan lebih dari 3 kali. Tiga suntik pertama diberikan di bawah usia 12 bulan.

7. Rotavirus untuk mencegah virus rotavirus yang menyebabkan diare. Diberikan 3 kali dan efektif diberikan saat bayi berusia dibawah 6 bulan.

8. Influenza untuk mencegah sakit berat akibat influenza. Vaksin ini diulang tiap tahunnya dan dapat diberikan minimal pada bayi usia 6 bulan.

9. MR untuk mencegah campak jerman dan rubella. Vaksin ini diulang 3 kali dengan rentang tertentu dan diberikan minimal pada bayi usia 9 bulan.

Begitulah rangkuman atau penjelasan singkat tentang vaksin yang diterima bayi berusia di bawah 12 bulan. Yang saya paparkan pun menurut Rekomendasi IDAI tahun 2017. Tentu perlu konsultasi dengan DSA masing-masing.

Nah karena usia Liora sekarang 10 bulan, jadi saya ingin berbagi tentang vaksin yang Liora terima selama 10 bulan ini. Sebelumnya, di atas saya bilang ‘hampir’ nggak pernah lupa memberi setiap vaksin untuk Liora. Kenapa ‘hampir’, karena saya pernah lalai. Jujur, sedih. Ada satu vaksin yang Liora lewatkan. Itu karena saya kurang cermat membaca jadwal imunisasi. Saya baru ngeh ketika Liora berumur 8 bulan Liora kelupaan diberi Vaksin Rotavirus karena selama 6 bulan pertamanya Liora fokus dengan vaksin jenis lain. Jadi agak terabaikan oleh mata saya karena tidak lihat Rotavirus di jadwal imunisasi. Eh lha dokternya lupa juga. Ya sudah deh, jadi yang bisa saya dan Putra harapkan adalah Liora selalu sehat meski tanpa vaksin tersebut.

Lalu mengapa pada akhirnya saya tidak memberikan Vaksin Rotavirus? Karena Liora saat itu sudah usia 8 bulan dan sudah tak efektif lagi jika diberikan. DSA Liora pun menyatakan tidak apa, apalagi kesehatan Liora juga bagus.

Dalam memberikan vaksin pun saya memilih vaksin kombinasi agar Liora hanya sekali suntik saja. Yaitu vaksin kombinasi dari Infanrix-Hexa. Vaksin tersebut sudah mengandung DPT, Polio, HiB, dan Hepatitis B.

Baca juga: Demam Pertama Kalinya

Selama rangkaian imunisasi, Liora tidak mengalami demam. Biasanya sih attached banget dengan saya, tidak lebih dari itu. Setiap anak berbeda sih ya, ada juga yang demam pasca suntik. Hanya saja, Liora pernah sekali demam dan saya pun tak tahu sebabnya. Demam dua hari saja dan berlalu begitu saja wkwk.

Baiklah, itu dulu sharing saya. Semoga anak saya juga anak kalian sehat selalu!

 

 

Sharing is caring. Love,

 

 

 

Copyright: Text & Photo by marthagiotita La Young Mama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *