PERSONAL review

Jalan-jalan ke Chinatown Bandung

Never stop dating your wife.

Malam minggu pertama dimana saya dan Putra bisa berduaan setelah ada Liora. “Mama-Papa pacaran dulu ya, Li!”

Setelah kekenyangan makan di KenKen Bigul Kitchen yang bakal kita datangi lagi kalau ke Bandung (kalau iya haha) lagi, kita jalan-jalan ke Cina! Gak perlu jauh-jauh atau budget yang banyak untuk menikmati suasana di Cina. Di Indonesia ada kok! Chinatown Bandung! Hahaha.

Baca juga: Nikmatnya Makan di KenKen Bigul Kitchen

Awal kita memutuskan ke sini karena saya di malam pertama di Bandung sebelum Putra menyusul, saya pergi makan di Nasi Campur Bintang. Waktu mau pulang dan menunggu Grab Bike menjemput, saya lihat nggak jauh dari tempat makan tadi ada tempat wisata yang boleh juga nih dikunjungi sama Putra di keesokan harinya.

Baca juga: Makan Malam di Nasi Campur Bintang?

Ke Chinatown Bandung!

Baru memijaki trotoar depan Chinatown ini saja, sudah terasa oriental ambiance-nya. Serba merah dan emas menyala-nyala, lampion yang menggantung, dan instrumental bergaya Cina yang dimainkan dengan alat musik petiknya terdengar hingga luar. Tampilan luar yang oke itu membuat saya nggak sabar mengeksplor seperti apa dalamnya. Untuk mengunjungi Chinatown ini memang bagusnya di malam hari karena bakal kerasa banget Chinese ambiance-nya.

Sebelum masuk dan mumpung banget di halaman Chinatown ini ada hmm what should I call it? replika? patung? pokoknya yang sesuatu yang berbentuk anjing, saya mau foto-foto hahaha. Pas juga soalnya shio saya dan Putra adalah Shio Anjing, cucok foto di sini.

Saya belum juga merasa puas berfoto, tapi Putra sudah males fotoin saya. Selain karena orang-orang kian berdatangan dan mengantri untuk foto di situ, Putra lelah memfoto saya yang tak juga puas dengan hasilnya. Iya! Soalnya saya heran kenapa badan saya melar bener yak di foto. Ya jelas! Pasca melahirkan saya baru turun 14 kg dari 19 kg. Ya sudah deh, saya juga lelah sendiri berpose-pose kok nggak ada yang oke juga.

Setelah itu kami beli tiket di ticket counter yang berada di belakang si anjing. Tiket masuknya Rp30.000,00 per orang dan kita dapat voucher Rp5.000,00 yang bisa digunakan di tenant Chinatown. Affordable banget!

Oh iya, di Chinatown ini cashless. Semua pembayaran menggunakan kartu debit dan e-money. Kalau niat mau beli sesuatu di sini entah makanan, minuman, atau merchandise, pastikan saldo cukup hihiw. Perlu diketahui juga, tempat ini Instagramable banget. Yang suka foto-foto atau yang ‘peduli’ banget sama feed IG agar tampilannya apik, cocok nih tempat ini untuk nambah-nambah ke-apik-an feed IG.

Di sisi kiri setelah masuk dari pintu masuk, ada Bandung Chinatown Museum yang isinya barang-barang antik gitu. Gemes-gemes barang antiknya. Lalu dindingnya ada lukisan tentang gitu.

Keluar dari museum itu, ada toko merchandise yang isinya macem-macem deh dan lucu-lucu. Pernak-pernik gitu. Ada juga kaos-kaos oleh-oleh Chinatown. Selain itu juga ada space khusus yang bisa buat foto-foto dengan tema yang beda-beda pastinya. Tentu saya nggak mau melewatkan ini dong. Hahaha.

Ketika Putra masih mau foto

Saat masuk ke tempat ini, suasana Cina gitu dapet banget karena dekorasinya. Ada payung-payung kertas bergantungan, lampion, dan lampu-lampu dalam kandang burung.

Ada capa tuh duduk cendilian?

Nah kebetulan banget nih waktu saya dan Putra masuk, lagi ada persiapan Pertunjukan Barongsai. Asikkk! Pertunjukkan barongsai ini diadakan 2x dalam sehari: jam 7 malam dan jam berapa gitu (cmiiw). Jadi kami duduk dulu, mau menikmati. Tapi sayangnya dapet duduk di tempat yang kurang strategis karena di bagian depannya sudah penuh. Duduk dekat musik-musiknya, jadi agak nyelekit di telinga 😅

Lagi preparation
Pemusiknya cewek-cewek
Menunggu pertunjukan Barongsai

Saatnya Pertunjukan Barongsai dimulai. Pertama-tama barongsainya atraksi di bawah. Lalu sesi keduanya, barongsainya naik ke… disebut apa ya? Pokoknya ke ‘panggung’ yang lebih challenging.

Saya lupa deh ada berapa menit pertunjukkan itu. Tapi rasanya lumayan sih, nggak sebentar amat.

Belum lama pertunjukan dimulai, eh tiba-tiba gerimis. Kami pindah ke tenant minuman yang nggak jauh dari tempat kami duduk. Jadi masih bisa menyaksikan barongsai. Sekalian minum lah untuk meluruhkan rasa eneg akibat makan kalap di Kenken.

Saya dan Putra mampir di tenant Ammata. Kami pesan minuman yang berbeda. Karena udara agak dingin, saya memesan minuman hot dan Putra sih seperti biasa ice lah. Di rumah saja sukanya minum air dingin. Beda dengan saya. Kalau kami beli minuman yang ada es batunya, saya sering menyumbangkan es batunya untuk Putra and he doesn’t mind at all wkwkwk. Oke gak penting, lanjut. Putra beli Ice Cocoa Rp25.000,00 dan saya Green Tea Milo Rp30.000,00. Niat saya pesen susu gitu biar anget aja. Eh malah tambah eneg! Stupid 😅

Foto terakhir: Serius amat, Suamikuh?

Setelah Pertunjukan Barongsai selesai, Putra sempat potong rambut lho. Lokasinya ya di Ammata. LOL. Asli, ini unik banget. Saya juga sempat foto di situ, tapi nggak sesuai dan aneh gitu. Lebih luwes Putra.

Masih di Ammata, ada dekorasi boneka Panda lagi asik di pohon bambu. Hal ini tentu menambah khas-nya Cina. So cute!

Sudah ah, move on ke tempat selanjutnya. Setelah melewati beberapa tenant makanan dan minuman, ada space lucu untuk (lagi-lagi) berfoto. Putra sih nggak mau ya. Jadi saya aja yang foto.

Omg, how lucu I am! Haha senyum mingkem yang bukan saya banget.

Lanjut tilik-tilik, akhirnya kami berhenti di salah satu tenant yang menarik perhatian saya dan Putra. Photo booth dengan menggunakan kostum ala Kerajaan Cina. Harga sewa kostum berbeda-beda. Saya dan Putra pilih yang paling murahnya. Hahaha. Saya pakai kostum ala Puteri Kerajaan dengan harga Rp75.000,00 dan Putra memilih kostum Pendekar dengan harga Rp100.000,oo. Saat berfoto, kita boleh foto dengan ponsel sendiri sepuasnya. Kalau mau difotoin, ada jasa foto juga pakai kamera DSLR. Untuk cetak foto, harga per satu fotonya adalah Rp25.000,00 (cmiiw, lupa antara 25K atau 20K). Dan kami memutuskan untuk pakai jasa foto saja. Kami cetak tiga foto dan dibonusin satu karena bapaknya nggak sengaja nyetak gitu hahaha. Tapi tetep, pada akhirnya kami juga foto pakai ponsel sendiri. Saat foto pun banyak properti yang bisa kita pakai supaya lebih gereget gitu.

“Oh semestaaa… Warna payung ini mengingatkanku akan seorang Pendekar yang pernah menyelamatkanku dari penjahat hutan.”
“Oh Pendekar kuningkuuuuu…” (LOL hahaha)
“Tak kusangka, pertemuan singkat itu pertanda takdir yang seharusnya kita miliki…” (hoek hahaha geli)
And live happily ever after…

Hahaha geli sendiri deh iiiihhrrrr. LOL. Well. foto di atas ada pesannya untuk Liora. “Li, kalau kamu dikira Chinese oleh orang lain, jangan heran. Tunjukkan saja foto ini.” Hahhaha drama apaan lagi sih.

Singkat cerita nih ya. Saya pernah dikira keturunan Tionghoa. Heran banget. Kok bisa ya? Dilihat dari mananya? Jelas-jelas kalo diliat dari warna kulit ya big no ya 😅 Nah, pernah lagi nih ketika saya ke rumah sakit untuk vaksin Liora, ada seorang ibu berkata, “Mbaknya orang Cina ya?” Wkwkwk pasti kalau liat Liora yang wujudnya seperti itu, cocok lah ya Liora seperti keturunan Tionghoa. Lah gue? Ibu itu bilangnya mata saya yang jadi dasar ibunya ngira saya keturunan Tionghoa. Really? Agree?

Back on track!

Selesai dengan foto menggunakan kostum, kami lanjut berfoto. Saya ding maksudnya wkwkwk. I can tell kalo di sini memang bagus untuk foto-foto. Apalagi mamak satu ini yang 24/7 bersama Liora. Ibu bangsa satu ini butuh hiburan juga wkwkwk. Spot yang kreatif membuat pengunjung bisa puas foto-foto. Yang sudah saya ceritakan baru setengah yang dieksplor. Selanjutnya sih isinya ya spot foto, tenant makanan dan minuman. Jadi Chinatown ini bentuknya seperti melingkar. Tengahnya adalah ruang untuk  pengunjung dapat duduk-duduk menikmati jajanan mereka, misalnya. Dan ada panggungnya juga. Bagian tengah ini tempat yang sama untuk Pertunjukan Barongsai.

Ada live music
Kumpulan tenant jajan-jajanan

Untuk selanjutnya saya share foto-foto ya…

“Sayang dimana sih?”
“Aku di sini, tunggu aku akan menyusulmu.”
Anyone can tell what is written here?
I don’t care btw, cause beautiful is already in me– wherever I am.
Ngeteh duluuuu
I crowned myself for being Liora’s most favorite person. Hahaha.
Hiaaak!
My man, lupppp u
Hmmm —______—
Spot Putra!
Akuh gemez sama kamuh!
Lemesin aja shaaayy

Berikut beberapa jepretan hal-hal detil yang ada di Chinatown.

Menyenangkan bisa main ke Chinatown Bandung. Apalagi sama yang terluplupppp! Makin lup jadinya hihiww. Menanti jalan-jalan bertiga, sama Liora juga!

 

CHINATOWN BANDUNG

Jalan Kelenteng No. 41, Bandung | Phone: 022 – 6038114

 

Enjoy every second of your life!

Sharing is caring.

Love,

marthagiotita La Young Mama

 

 

 

 

 

 

 

Copyright: Text & Photo by marthagiotita La Young Mama


 

1 thought on “Jalan-jalan ke Chinatown Bandung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *