MOTHERHOOD PERSONAL

Setelah Jadi Mama, Saya …

Looking back and you will learn something.

Mengurus Liora sendiri membuat saya jadi emak yang kreatif dan inisiatif (masa sih :P). Menjadi mama yang mengurus anaknya sendiri tentu rempong-remping gitu deh ya. Banyak drama-nya juga (iya banyak—banyak drama Korea yang saya lewatkan hiks). Lapar, tapi anak mengantuk. Mengantuk, tapi anak inginnya main. Ingin mandi, tapi anak tidak ingin ditinggal. Baru ditinggal untuk buang air kecil, anak kebangun tiba-tiba. Ya begitu deh kira-kira. Banyak nggak se-ingin-nya dengan anak wkwkwk. Tapi dengan begitu saya malah jadi lebih ahli dalam hal:

● Kuat angkat berat. Selalu ditantang dengan berat yang bertambah tiap bulannya. Apalagi kalau Liora pengennya digendong emaknya aja, nggak mau yang lain. Liora memang baik, maksud hatinya pasti supaya saya ini berotot. Iya, kan sayang? *lirik Liora yang tidur pulas sembari mamanya nulis

Kesabaran. Semakin sabar karena serba-serbi mengurus anak itu banyak macamnya. Kala sedang rewel/sakit kah atau sabar menanti waktu untuk ‘bisa slonjoran asique 100% me time’ yang entah kapan datangnya. Nah, belum lama ini Liora demam. Liora hanya ingin digendong dan setiap ditidurkan di kasur, menangis. Hanya butuh pelukan mamanya. Sedangkan, saya si mama kuat, sudah mencapai titik encok (katanya kuat tapi encok juga ya). Memang wajib sabar menghadapi anak yang tengah sakit. Dan saya akhirnya berinisiatif tidur dalam gendongan. Tetap gaya menggendong Liora, tetapi berbaring di kasur. Untungnya Liora tetap merasa aman dan mamanya pun nyaman.

Keberanian. Jadi mama memang harus berani ya karena kita diandalkan, bukan mengandalkan. Berani apa sih? Simpel. Berani sakit. Misal, saat awal menyusui, puting saya lecet karena lidah bayi baru lahir kan masih kasar. Waktu itu, rasanya setiap ingin menyusui, saya trauma deh. Liora baru membuka mulut ingin menyusu saja, puting rasanya sudah cenat-cenut. Selain berani sakit, berani mengalahkan rasa jijik (jadi inget Afifah yang jyjyk sama Mas Aris wkwk sinetron Orang Ketiga, tontonan saya tuh kalau lagi nggak tidur atau blogging). Hampir tiap hari bayi pupie dan baunya fantastis. Terkadang tangan juga menyentuh pupie karena saat membersihkan, Liora banyak gerak dan alhasil, wow (rather than iew). Ah sudah biasaaaa.

Mengerjakan banyak pekerjaan. 24 jam sehari itu kurang! Bisa terbayang deh ya pekerjaan yang saya kerjakan di waktu yang sama dengan Liora besertaku. Yaaa seperti sambil menggendong, saya makan, mencuci popok, dot, dll.. Nah, saya juga pernah nih beberapa kali memangku Liora sambil pupie. Saking Liora tak mau ditinggal. Jadi kalau saya bebersih, Liora saya taruh di sugarbaby atau stroller. Itu kalau Liora lagi nemplok bener. Kalau enggak ya saya biarkan Liora nonton saya dari depan kamar mandi sembari duduk di sugarbaby atau stroller. Sama hal juga dengan mandi. Sudah biasa pupie atau mandi ada yang ‘nonton’. Kalau Liora bosan dengan mainannya dan menangis sedangkan saya belum kelar, saya mainkan gayung dan busa sabun. Hahaha. Sometimes it doesn’t work at all lho!

Kerja cepat. Hal kecil, mandi. Saat mandi bagi saya yang penting keringat pergi dan tubuh wangi. Tentang bersihnya? Ah boro-boro. Bisa wangi saja lumayan. Terkadang baru mulai handukan, Liora menangis karena bosan atau tiba-tiba terbangun. Pernah, masih sabunan, Liora kaget dari tidur karena sesuatu dan menangis keras. Langsung saya gendong padahal belum bilasan dengan benar hiks. Sama juga kalau saya lagi makan. Tantangan banget makan cepat dengan porsi saya yang… apalagi kalau pengen nambah. Niat nambah kadang terurungkan juga.

Perencanaan. Nggak jarang saya punya hari yang kacau dan malas. Apalagi kalau mood sedang nggak jelas. Makanya untuk mengatasinya, setiap bangun pagi saya mencoba langsung memikirkan apa saja yang akan saya lakukan seharian ini dan mana dulu yang akan dikerjakan. Misal, apakah bahan mpasi masih? Kalau belum, beli! Punya cucian? Kamar berantakan? Hingga topik apa yang akan saya tulis pada blog. Atau kalau mau pergi imunisasi dan gereja. Namanya juga bawa bayi, ada saja yang dibawa untuk jaga-jaga. Bahkan pakaian yang akan dipakai Liora untuk pergi saja sudah siap dari semalamnya.

● Pendengaran. Entah deh pendengaran saya semakin tajam setelah punya anak. Lagi mandi, berasa denger suara Liora nangis. Diintip, merem tuh! Lagi jemur baju, denger ada tangisan. Ke kamar, masih bobok kok! Saat Liora tidur itu saat yang dinanti. Tapi kalau disambi yang lain, Liora menghantui kupingku wkwkwk.

Penciuman. Hidung saya nih peka dan pandai membedakan poop dan pipis. Suami sih sering banget sok yes, “Liora kayaknya poop deh.” Endus-endus. Ah enggak ya. Dan suami gak percaya. Mari cek! Yup Mama selalu benar 😛

 

Meski ketika menjalani hal-hal rempong itu membuat tubuh ini mengaduh, tapi kalau sudah berlalu dan menceritakannya seperti ini rasanya “Yaelah, gitu doang! Keciiiil!” Jadi intinya, nikmatin! Motherhood is SERU! Selain itu bisa jadi lahan upgrade skill emak-emak. Asal bukan skill sen kanan belok kiri wkwkwk.

 

Sharing is caring. Love,

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *