pregnancy & birth

Kebutuhan Nutrisi Saat Hamil

photosource: pinterest

The day when two magical lines appear in your pregnancy test would be one of your best days ever. Give the best for the baby!

Betapa bersyukurnya ketika mengetahui ada si kecil dalam rahim. I always remember the feelings of seeing the magical lines: blessed, happy, and worry. Mengapa ada rasa khawatir? Saya merasakan dan mengetahui positif hamil saat usia kandungan sudah 22 minggu. Satu hal yang langsung terlintas dalam pikiran, selama ini apa yang sudah saya konsumsi??? Langsung deh saya memperhatikan makanan dengan nutrisi seperti apa yang baik untuk perkembangan si kecil.

Kebanyakan orang memiliki mindset bahwa saat hamil makanlah yang banyak sebab ia makan untuk dua orang: dirinya sendiri (ibu) dan janin. Benarkah itu? Setelah saya melakukan studi pustaka (cieileeh), ternyata pernyataan tersebut tidak dibenarkan (read more article). Bukan porsinya yang banyak melainkan kandungan nutrisinya yang banyak dan bervariasi guna mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. (Kalau porsinya mah yang ada badan kita jadi super melar hihihi.) Makanan yang bervariasi artinya supaya saat hamil mendapatkan banyak (semua) nutrisi yang dibutuhkan. Intinya, do not miss any important vitamins and minerals!

Lalu, apa sih yang dibutuhkan saat hamil?

  • Protein — membantu pembentukan jaringan/sel baru bagi ibu dan janin. Protein sangat dibutuhkan karena membantu pembentukan dan perkembangan organ janin, plasenta, dan menjaga sel darah merah tercukupi untuk ibu dan janin. (susu, daging merah, ayam, seafood, dll.) (read related article)
  • Kalsium — jenis mineral yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Jika ibu hamil kurang mengonsumsi kalsium, kalsium yang ada pada tulang ibu akan disalurkan ke janin. Makanya wanita lebih cepat mengalami osteoporosis. (susu, yogurt, keju, dll.) (read related article)
  • Zat Besi — jenis mineral yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Selama hamil, hemoglobin paling tidak, lebih dari 10g/dL. Perlu sekali memperhatikan pasokan zat besi agar terhindar dari anemia. Apalagi kalau hemoglobin rendah sampai waktunya si kecil lahir, perlu siap darah atau pendonor jika terjadi pendarahan. Selain itu, bisa juga mempengaruhi perkembangan otak janin (sayuran hijau, buah, telur, dll.) (read related article)
  • Asam Folat — mengurangi resiko kelainan pada janin dan menjaga kesehatan plasenta. Asam folat juga membantu meningkatkan volume darah sehingga nutrisi yang dikonsumsi dapat diterima janin dengan baik. (sayuran hijau, buah, hati, kacang-kacangan, dll.) (read related article)
  • Lainnya: vitamin dan air mineral.

Semua nutrisi saling bekerjasama untuk menciptakan kondisi ibu dan janin selalu sehat. Untuk itu memang perlu mengonsumsi yang kaya nutrisi. Menjadi hamil berarti berbagi nutrisi dengan janin. Ibu hamil harus memperhatikan apa yang dikonsumsi karena janin mendapat nutrisi dari apa yang dimakan oleh ibunya. Juga, dengan begitu hamil bukan hambatan untuk tetap sehat dan kuat.


In my experience…

Saat hamil yang selalu jadi prioritas pasti kesehatan dan tumbuh kembang janin. Makanan bergizi lengkap dan makanan tambahan sangat diperlukan untuk ibu hamil. Tapi terkadang juga selera ibu hamil beda-beda. Ada tetangga saya yang nggak doyan makan saat hamil. Ada juga yang sukanya makan bersantan. Terus ada juga yang kalau minum susu mual. Puji Tuhan, saya selama hamil tidak ada keluhan sama sekali mengenai nafsu makan. Hanya di bulan ketiga saja saya makannya agak susah. Pengennya banyak, tapi saat makan sesuap dua suap, mual atau nggak doyan aja gitu. Di bulan lainnya? Hahaha mengerikan nafsu makan saya.

Selama hamil saya memang memerhatikan makanan apalagi saya tidak ada masalah dengan nafsu makan. Jadi, makan ya makan saja. Soalnya kalau dipikir-pikir tentang seberapa gram, kalori, dll masing-masing nutrisi yang dikonsumsi dalam sehari pusing juga. Jadi saya sih berpatokan untuk selalu konsumsi apa yang dibutuhkan saya juga janin. Apa yang baik, dilahap aja gitu. Sayur, lauk, susu, vitamin dan suplemen setiap hari dikonsumsi tanpa absen. Untuk tambahannya, minum air rebusan kacang hijau (kacangnya pun saya makan hahaha, rakus amat yak), makan bubur kacang hijau (yang katanya bikin rambut calon bayi lebat… nyatanya, di saya itu tidak berlaku hiks tapiiii ambil khasiatnya dong… kacang baik juga untuk janin), minum air kelapa (supaya air ketuban tetap jernih, membuang racun-racun dalam tubuh, mencegah dehidrasi, dll. Read related article), dan ngemil buah hingga minum jus dan mengonsumsi yogurt dalam bentuk minuman atau pure yogurt. Tambahannya sih tidak setiap hari saya konsumsi. Karena terlalu kenyang. Apalagi harus banyak minum air mineral juga. Nah loh, kenyang banget rasanya! Selama hamil saya selalu bawa botol minum kemana pun supaya tidak lupa minum. Bahkan tengah malam setelah pipis pasti minum meski tau aja kan bakalan pipis lagi beberapa saat ke depan. Soalnya bawaan haus melulu. Dan ajaibnya, ketika kebelet hingga melakukan perpipisan, saya fully awake.

Meski sudah makan makanan bergizi, ternyata setelah cek darah di trisemester ketiga, hemoglobin saya 9.7g/dL. Tentu membuat saya risau. Kok bisa??? Sedangkan saya tidak mengalami gejala-gejala kurang darah, semua biasa saja terasa sehat-sehat saja (cuma udah lelah aja karena badan udah 84kg, naik 19kg! Hiks gede banget kan!). Akhirnya saya konsumsi buah bit. Cerita analis laboratorium tempat saya mengecek darah, hal itu wajar bahkan ada yang lebih rendah lagi tapi saat lahiran tidak tranfusi darah. Saran dokter sih saya siap-siap pendonor kalau-kalau butuh tambahan darah saat lahiran. Tetapi ketika lahiran, nyatanya, semua baik-baik saja. Puji Tuhan! Jadi, karena saat hamil berbagi dengan si kecil, makanya jangan sampai kekurangan darah. Saya yang sudah konsumsi hal baik pun ternyata tidak lebih dari 10g/dL ckckck…

Nah! Mengenai minum, saya sarankan untuk tidak terlalu banyak minum di malam hari. Karena alamat deh bakalan lebih sering banget bolak-balik kamar mandi untuk pipis. Ini bisa beresiko karena sedang ngantuk-ngantuknya, eh harus banget pipis karena kebelet (meski yang keluar sih gak selalu banyak ya). Resiko kepeleset, jatuh, nabrak, dll. Jadi paling tidak, untuk meminimalisir keseringan pipis di malam hari, jangan minum dulu. Yang penting di sisi lain hari minum tercukupi. Sebenarnya dengan minum cukup juga mencegah dehidrasi dan resiko infeksi saluran kencing. Sebab saat hamil memang intensitas pipis lebih banyak. Tapiii kalau bisa fully awake saat pipis di malam hari, aman-aman saja.

Bosen gak sih konsumsi yang sehat-sehat terus? Nge-cheat boleh gak? Waaah untuk hal ini saya ahlinya hahaha. Pernah pengen banget makan yang pedes yahut, makan mi instan pedas, makan sate, minum kopi, jajan yang dijual mamang keliling, ngemil aneh-aneh, makan burger, dll. Saya? Makan aja atuh! Daripada kepikiran sampe asli deh pernah kebawa mimpi dan kepikiran berhari-hari karena berkutat dengan diri sendiri untuk: makan-enggak-makan-enggak. Setelah (lagi-lagi) studi pustaka (gaya bener gue), akhirnya saya putuskan makan sajalah! Saat konsultasi dengan dokter kandungan juga jawabannya, “Makan apa ajalah Mbak.” Dokter saya mah memang santai orangnya. Jadi saya no worries deh.

Soooo, boleh saja kita makan apapun, tapi satu yang penting, utama, dan tidak boleh terlupakan yakni (prioritaskan) makan makanan yang bernutrisi! Diimbangi ya!

Well, thank you for reading!

Sharing is caring. Love,

 

 

Disclaimer: Selain informasi singkat yang saya bagikan, saya juga menulis pengalaman saya selama hamil. Pengalaman dan kondisi selama saya hamil mungkin berbeda dengan yang lainnya. Jika ada kondisi atau pikiran tertentu, konsultasikan pada dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *